Langsung ke konten utama

HARAPKU UNTUKMU



Indahnya menjadi seorang anak adalah tak adanya beban untuk memenuhi kebutuhan bahkan kebutuhan untuk diri sendiri. Semua kebutuhan akan terpenuhi hanya dengan "matur" ke Ibu atau ke Bapak. Setidaknya itu yang aku rasakan saat  melewati masa anak-anak.

Berbeda masa dan perjalanan hidup. Ketika saaatnya aku harus memikul tanggung jawab menjadi orang tua. Terasa punggung ini begitu berat dan ringkih. Seringkali menatap kelangit tinggi, berharap banyak keajaiban terjadi dan waktu kanak-kanakku bisa juga dinikmati oleh segenap anak-anakku. 

Tak boleh ada keluhan dalam melewati semuanya, karena ini adalah perjalanan yang harus kutempuh untuk mencapai garis finishku. Bukan tentang kamu, dia atau mereka. Tapi tentang aku.

Melihat gelak tawa dan wajah ceria anak-anak di taman yang bermain menikmati dunia mereka dengan perut kenyang dan mainan kesayangan di tangan mereka selalu membuat mataku berkaca. Terbayang buah hatiku dengan perut lapar dan mainan yang masih saja menjadi impian sejak bertahun yang lalu. Maafkan aku, Nak.

Ini perjalan kita. Mungkin tak seindah yang mereka lewati. Mungkin tak seringan langkah yang mereka ayunkan, tapi ini perjalanan kita, Nak. 
Ingin kuambilkan bintang di langit untuk menemani tidurmu, hingga terlukis senyum indah di bibir manismu.... tapi sayapku belumlah tumbuh, dan tak akan pernah tumbuh. Ingin ku pinjam sedikit cahaya matahari untuk meronakan pipi cantikmu dengan kehangatan bahagianya.. tapi tanganku tak sanggup untuk meraihnya.
Hanya bulir debu dan embun yang dapat kubasuhkan ke wajah-wajah kesayanganku. Semoga bisa membuatmu sedikit segar dan terbangun. Semoga dapat membuatmu  mampu untuk meraih bintangmu sendiri. Meraih cahaya matahari di hidupmu.

Harapku untuk bahagiamu.

Bandung, 11 agustus 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melatih Kemandirian Anak

Mempunyai empat buah hati adalah sebuah anugerah yang teramat indah. Anak adalah amanah Allaah yang harus kita didik dan hantarkan menuju kedewasaan yang beriman dan bertanggung jawab. Dimulai sejak mereka berusia dini. Rasa kasih sayang dari orang tua tidak seharusnya menjadikan anak-anak manja dan terus bergantung, tetapi orang tua dengan rasa kasih sayangnya harus melatih buah hati untuk bisa mandiri sejak mereka berusia dini sesuai dengan tingkatan usianya. Membangun kemandirian pada anak membutuhkan cara yang tepat. Proses membangun kemandirian anak dapat pula mengalami kegagalan dan biasanya hal ini diakibatkan karena rasa sayang orang tua yang berlebihan sehingga membuat orang tua tidak tega dan khawatir anak akan mengalami kegagalan. Melatih kemandirian dapat dimulai dari hal yang sederhana, misalnya biarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri baik yang ringan ataupun yang berat. Berdasarkan pengalaman yang saya lakukan terhadap anak-anak, maka berik...

Tips Asyik Bertravelling Bersama Anak

Pernah melakukan perjalanan panjang bersama anak-anak Bunda? Bagaimana rasanya… J Pastinya sesuatu banget ya Bunda. Saya pun punya pengalaman bertravelling bersama anak-anak yang tidak bisa saya lupakan. Saya adalah seorang ibu dari empat orang anak. Anak pertama sampai anak ketiga masing-masing hanya terpaut satu tahun enam bulan dan antara anak ketiga dan anak keempat terpaut usia 3 tahun. Kebayang kan Bunda bagaimana serunya melakukan perjalanan bersama mereka disaat mereka masih usia balita. Bagaimana cara menyiasati agar tidak ada barang kebutuhan si kecil atau suami yang tertinggal?  Ini yang saya lakukan Bunda. Setiap akan melakukan  perjalan ke luar kota, saya selalu mempunyai lembar cek list yang saya isi saat melakukan packing. Lembar cek list ini berisi apa saja keperluan yang harus saya siapkan untuk masing-masing anggota keluarga. Dari itemnya sampai jumlahnya. Berikut contoh lembar cek list Misalkan untuk setiap anak ak...

Kangen

 Waktu cepat sekali berlari. Tersadar kalau saya punya blog yang sudah lama gak dirawat. Huhuhu sedih sudah banyak debu dan sarang laba-labanya, padahal blog ini bisa jadi  untuk bercerita dan berbagi tentang banyak hal.  Haarus segera beristighfar ini mah, biar segera bebenah, mulai dari menyapu halaman depan, membersihkan debu-debu dan kotoran lain yang sudah menutupi jalan masuk.  Semangat ah, ingin konsisten menulis lagi disini. Walaunpun bukan penulis profesional, semoga apa yang saya tuliskan bisa sedikit memberi hiburan, manfaat atau setidaknya bahan bacaan di waktu senggang.  Mohon doanya ya supaya saya tidak berdrama ria sok sibuk dan lain-lain. Karena rasanya kangen juga untuk bisa kembali menulis.